Outing PT. BUMI ResourceS Tbk.

Bertempat di Bali, 7 – 9 Agustus 2009, BUMI melaksanakan outing untuk sosialisasi peraturan perusahaan juga berbagai kegiatan untuk mengakrabkan sesama karyawan. Kami menginap di Hotel Le Meridien – Nirwana Golf & Spa Resort dan rafting di Sungai Ayung.

Outing_01

Continue reading

Kursus HAGI Yogya “How to Get Better Seismic…”

Cuaca hari ini di atas kota Yogyakarta cukup cerah, namun entah kenapa pendaratan pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi tidak begitu mulus. Pesawat masih saja bergoyang ke kiri ke kanan meski sudah dekat landasan, ditambah lagi landasan yang tidak begitu panjang memaksa pilot untuk segera mengerem pesawat begitu menyentuh landasan. Bahkan, beberapa penumpang kelihatan ikut mengerem…hehehe. Alhamdulillah kami berhenti dengan selamat.

Saya ke Yogya dalam rangka mengikuti kursus reguler HAGI 2009 yang berjudul “How to Get Better Seismic Data for Shallow and Deep Targets” yang dibawakan oleh Pak Imam Setiaji dari Elnusa dan Pak AD. Guntara dari Pertamina. Kursus ini berlangsung selama 4 hari mulai 13 – 16 Juli 2009, bertempat di Hotel Melia Purosani.

Peserta01

Continue reading

Lunch Bareng Badui

Kamis siang ini kami diajak oleh salah seorang syekh (semacam pimpinan) Badui untuk makan siang bersama. Hidangan yang dihidangkan adalah kambing muda yang dimasak di atas batu. Ini adalah masakan khas mereka. Hampir semua Gallo staff yang ada di lapangan ikut, plus beberapa orang service company yang juga dari Indonesia ikut dalam acara makan siang yang berlangsung akrab ini.

Acaranya digelar di gurun pasir beralaskan terpal dan dinaungi oleh tumbuhan gurun. Suhu di lapangan yang berkisar 40 derajat celcius menambah hangat jalannya acara.

100_2759

Continue reading

Rock Palace, Yemen

Seperti halnya negara-negara Arab, hari Jumat merupakan hari libur nasional di Yaman. Mumpung libur saya gunakan untuk mengunjungi salah satu tempat wisata yang lokasinya tidak begitu jauh dari Sana’a, ibukota Yaman. Rock Palace, terletak di Wadi Dhar berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari Sana’a.

rockpalace01

Rock palace ini merupakan istana Imam Yahya yang memerintah dari tahun 1904 hingga 1948.

Continue reading

Masjid Abdullah Saleh, Yemen

Setahun tak ke Yaman ternyata masjid yang dulu belum kelar sekarang sudah selesai dan bisa digunakan. Bersama bos saya dan ditemani Pak Malik (orang Indonesia yang sudah menetap di Yaman selama 8 tahun dan beristri Yemenia pula) kami shalat Jumat di Masjid yang besar dan megah ini.

masjid011

Masjid ini diberi nama Abdullah Shaleh sesuai dengan nama Presiden Yaman yang memprakarsai sekaligus penyandang dana pembangunan masjid yang menjadi kebanggaan rakyat Yaman.

Continue reading

Bakrie 2 Terbakar

Pada hari Selasa, 20 Januari 2008, pukul 03.00 dini hari, Wisma Bakrie 2 lantai 20 terbakar. Api diperkirakan berasal dari korslet ini cepat membesar karena di lantai ini banyak bahan yang mudah terbakar, maklum lantai ini adalah restoran. Akibat kebakaran ini para karyawan yang berkantor di gedung ini dilarang masuk hingga jam 13.00 siang. Padahal saya sudah di depan kantor dari jam 07.30 pagi. Kepayahan menunggu, jam 11.00 saya putuskan pulang aja. Lumayan libur setengah hari…hehehe.

dsc02304
Continue reading

Ke Kantor Naik KRL

krl-exp-jbt
Diambil dari http://mesinwaktu.com

Dua hari terakhir ini saya punya kebiasaan baru naik KRL ke kantor. Maklum, sekarang saya sudah pindah ke rumah kami di Pamulang 2. Lumayan juga, waktu tempuhnya dari stasiun Sudimara hingga Sudirman sekitar 45 menit. Kondisi keretanya juga masih oke, meskipun dalamnya masih agak berdesakan. Kecuali naik KRL yang 08.30 dari Sudimara, itu masih bisa dapat tempat duduk.

Lawan Korupsi Sekarang!!!

Dalam rangka hari Anti Korupsi Sedunia tanggal 9 Desember, hari ini digelar acara bertajuk “Lawan Korupsi Sekarang!!!” di halaman gedung KPK Jakarta. Ayo dukung pemberantasan korupsi di Indonesia.

091220084272

Ke Kantor Naik TiJe

Hari ini saya mencoba naik TransJakarta ke kantor. Maklum, jalan Sudirman macet melulu trus putaran menuju Casablanca juga kadang macet panjang. Alhasil ongkos taksi yang biasanya cuman 25rb membengkak bisa sampai 35rb. Ditambah lagi semua taksi yang dulunya tarif lama sudah beralih ke tarif bawah. Pokoknya kalau kebiasaan lama transportasi saya lanjutkan bisa jebol kantong.

Pagi ini saya naik taksi sampai Ratu Plaza, lumayan cuma bayar 10rb. Trus naik TiJe dari Ratu Plaza ke Dukuh Atas. Meskipun sudah jam 8 lewat Tijenya masih aja penuh. Sampai Dukuh Atas busnya tidak berhenti juga, ternyata ada perbaikan. Akhirnya turun di halte Tosari dan naik bus berlawanan ke Dukuh Atas. Maklum saya mau pindah koridor yang ke arah Ragunan. Dari halte Dukuh Atas jalan kaki ke halte Dukuh Atas 2. Ternyata antrian penumpang sangat padat karena bus di koridor ini terbilang jarang dibanding koridor I.

Setelah melewatkan beberapa bus dan melihat penumpang saling berdesakan dan saling dorong memasuki bis, akhirnya saya dapat bus yang lumayan kosong. Padahal kalau antrinya tertib saya rasa tidak perlu berdesakan dan saling dorong seperti itu. Selang beberapa saat kemudian saya sudah sampai di halte depan kantor.

Lumayan juga, disamping waktu tempuhnya jadi lebih cepat, ongkosnya juga lebih murah dibanding naik taksi penuh sampai kantor. Sepertinya model ini akan saya lanjutkan, entah sampai kapan. Sampai monorel jadi kali. Mungkin…

halte-depan-kantor
Halte depan kantor

Guru Fisika yang Inspirasional

Dalam rangka hari guru tanggal 25 Nopember 2008. Semoga bisa menjadi sumber inspirasi.

Oleh JANSEN H. SINAMO

JAM tujuh pagi, suatu hari pada tahun 1981, di sebuah ruang kuliah kuno bersuasana gelap dan kelam, yang dibangun pada zaman Belanda, sebuah kuliah fisika yang sangat modern segera akan dimulai. Fisika kuantum nama kuliah itu.

Hariadi Paminto Soepangkat—doktor fisika zat padat lulusan Universitas Purdue, Indiana, AS—sang dosen yang berkulit putih bersih bertubuh tinggi besar yang dibalut busana rapi lengkap pakai dasi bak eksekutif bisnis itu, telah berdiri penuh wibawa di hadapan sekitar 150 mahasiswa dari tiga jurusan: fisika, astronomi, serta geofisika dan meteorologi.

Belum dua puluh menit kuliah berjalan, usai Pak Hariadi menggambar orbit-orbit lintasan elektron pada atom hidrogen di papan tulis, tiba-tiba nama saya dia panggil.

”Saya, Pak,” jawab saya agak terkejut sambil mengangkat tangan.

”Kota asal Saudara di mana?” tanyanya sambil menuruni panggung kuliah yang rapat dengan papan tulis dan berjalan mendekati tempat saya duduk di barisan depan.

”Sidikalang, Pak,” jawab saya.

”Oh ya? Kata Pak Andi Hakim Nasution, Rektor IPB, daerah Saudara penghasil kopi ya? Kopi Sidikalang enak kata Pak Nas. Betul?”

”Betul, Pak,” jawab saya sumringah.

”Sidikalang itu berapa kilometer jaraknya dari Medan?”

”Seratus lima puluh kilo Pak.”

”Kalau naik bis ke Medan berapa ongkosnya?”

”Lima ribu, Pak.”

”Kalau uang Saudara cuma tiga ribu, sampai di mana itu?”

“Berastagi, Pak.”

Sambil memandang kepada semua mahasiswa sesudah kembali ke panggung kuliah, Pak Hariadi berkata, “Kira-kira seperti inilah yang dimaksud dengan energi ambang. Jika uang Saudara Jansen cuma tiga ribu, itu tidak cukup mengantarnya sampai ke Medan. Jadi, lima ribu adalah uang ambang yang diperlukan agar dia bisa sampai ke Medan dari Sidikalang.”

Continue reading