Perlunya Mindset dalam Berbisnis


Minggu, 13 April 2014, TDA Tangerang kembali melaksanakan sharing bisnis dalam rangka road show Pesta Wirausaha TDA (Tangan Di Atas) yang akan diadakan pada tanggal 13-15 Mei 2014, di Gedung Sasana Kriya, TMII. Acara bertempat di restoran Serai Wangi, BSD, mulai pukul 10.00 pagi sampai 16.00 WIB. Pada acara kali ini diisi oleh dua orang anggota, yaitu Om Juni Handoko yang akan berbagi tentang manfaat mengikuti KMB (Kelompok Mentoring Bisnis) dan Om Idris Rachman yang akan membahas Basic Branding untuk UKM.

Pada postingan ini, saya akan berbagi sedikit materi yang dipaparkan oleh Om Juni. Sedangkan materi dari Om Idris akan saya buat tulisan tersendiri.

Menurut pengakuannya, Juni Handoko, ikut KMB TDA sekitar tahun 2009 dan masih aktif sampai sekarang. Di awal presentasi beliau berbagi cerita bagaimana awal mulanya terjun ke dalam dunia bisnis, proses jatuh bangun, dan keikutsertaannya dalam TDA serta komunitas bisnis lainnya. Dan yang akan dibagi pada peserta adalah manfaat yang diperoleh mengikuti KMB atau Kelompok Mentoring Bisnis.

Salah satu hal yang menarik perhatian saya adalah faktor penentu kesuksesan dalam berbisnis dan boleh jadi bukan hanya dalam bisnis, tapi bisa juga dalam hal lain. Apa itu? Jawabnya adalah mindset. Sederhananya, minset adalah pola pikir kita tentang bisnis. Ada 5 hal yang membentuknya yaitu reason, dream, believe, passion, dan persistent.

Om Juni Handoko

Om Juni Handoko

Reason adalah alasan mengapa harus berbisnis, tidak menjadi karyawan saja. Menjadi karyawan juga ada yang bisa menghasilkan uang yang banyak. Dream adalah impian, apa yang ingin Anda capai dengan melakukan bisnis. Bedanya reason dengan dream, menurut Om Juni, adalah reason itu mendorong kita dari belakang sedangkan dream yang menarik kita dari depan. Contoh konkritnya adalah Om Juni dulu ingin bekerja di perusahaan tambang dengan gaji yang lumayan, berbagai upaya dilakukan namun tidak juga berhasil. Bekerja di pabrik dengan gaji pas-pasan. Karena gagal terus inilah yang menjadi alasannya untuk memulai bisnis sendiri. Sedangkan impiannya, misalnya ingin memiliki penghasilan minimal 50 juta sebulan, dll.

Believe adalah keyakinan bahwa kita mampu melakukannya dengan kemampuan yang dimiliki. Passion adalah hasrat atau kegairahan dalam melakukan bisnis dan persistent adalah kegigihan atau ketangguhan dalam berbisnis.

Nah, kelima hal ini biasanya membentuk fenomena gunung es. Dalam artian orang biasanya melihat yang di permukaan saja. Yang mana itu? passion dan persistent. Sementara penyokongnya yang tidak tampak adalah reason, dream, dan believe.

fenomena-gunung-es

Mungkin kita pernah melihat pebisnis yang begitu bergairah dan tangguh. Setiap kali gagal mampu bangkit kembali dengan tidak kehilangan antusiasmenya. Nah, orang-orang kadang hanya melihat ketangguhan dan gairahnya. Padahal, dibalik itu, yang membuatnya mampu melakukan itu adalah adanya alasan, mimpi-mimpi yang ingin dicapai, dan keyakinan yang ada pada dirinya.

Mindset ini penting untuk dibangun saat akan terjun dalam dunia bisnis. Setelah itu, banyak hal lainnya. Jika tertarik ingin mengetahuinya, silakan bergabung dengan KMB TDA Tangerang Raya. Info lengkap bisa dilihat di TDATangerang.com.

Foto by Om Omar

Foto by Om Omar

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Community and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s