Pilih Mana, Terjepit atau Macet?


Macet di ibukota Jakarta bukan berita baru lagi, kalau lancar jaya justru baru berita. Seperti yang terjadi ketika jalanan lengang akibat orang-orangnya lagi pada pulang kampung saat Idul Fitri.

Dari pertama kali menginjakkan kaki di Jakarta ini, saya sudah disuguhi pemandangan macet ini. Saya pertama kali datang ke ibukota sekitar akhir tahun 2004. Hingga sekarang, macet bahkan tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Pagi hari saat orang datang bekerja dan sore hari saat pulang kantor sudah pasti, jam-jam di sela-sela itu tidak berarti bebas macet.

Tahun 2009 saya pindah dari Cipulir ke Pamulang 2. Mau tak mau harus mencari moda transportasi lain. Dulunya naik Metromini 69 ke Blok M, kemudian ganti Kopaja 66 ke Kuningan. Awalnya saya sempat mencoba naik TransBSD, kemudian mencoba naik KRL. Rupanya lebih cepat naik KRL, meskipun naik bus lebih nyaman karena kursinya empuk dan ber-AC. Kalau naik KRL sih lebih sering berdiri dan kadang AC-nya tak terasa, kadang-kadang seperti dioven🙂.

Ketika mulai kuliah, saya mencoba membawa kendaraan sendiri. Mencoba berbagai jalur agar bisa memangkas waktu di jalan, tapi memang dasarnya tidak ada jalur ngeles di Jakarta ini. 2.5 – 3 jam adalah waktu tempuh yang normal dari rumah ke kantor menggunakan mobil. Beda jauh jika naik kereta, kalau naik KRL yang pukul 07.20 dari stasiun Sudimara, sekitar 08.45 sudah bisa duduk manis di kantor. Selisih waktunya bisa 1 – 2 jam.

Cepat bukan berarti tidak ada pengorbanannya. Paling tidak mesti rela tergencet di dalam gerbong KRL. Sejak tiket kereta begitu murah dan KRL Ekonomi dihapus, semua perjalanan KRL di jam sibuk penuh sesak. Saking sesaknya, ketika bulan ramadhan kemarin, ada seorang ibu yang pingsan tapi tidak terjatuh saking penuhnya penumpang. Belum lagi jika AC-nya tidak berfungsi dengan baik, panasnya luar biasa. Beda dikit sama saunalah, bedanya kalau di sauna tidak pakai dihimpit segala😀.

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in RupaRupa and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s