Ayo Dukung PLN Bersih


Saat ini listrik seolah-olah sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Tengok saja, mulai dari bangun hingga tidur lagi, aktivitas kita tidak bisa dipisahkan dari listrik. Untuk menghangatkan air di pagi hari, untuk memasak dan menghangatkan makanan, membuat malam kita tetap terang, dan jangan lupa dengan seabrek gadget yang kita miliki. Bayangkan jika listrik padam beberapa jam dan gadget mulai menunjukkan sinyal lowbat, pastilah tidak akan tenang dan terus bertanya-tanya, “Kapan listriknya nyala!”. Bahkan tulisan di blog ini pun bisa mengudara tidak terlepas dari listrik.

Masih teringat ketika listrik pertama kali masuk di kampung saya. Saat itu saya masih kelas I SD. Kebetulan di depan rumah berdiri dua tiang untuk travo. Halaman rumah saya menjadi tempat menyimpan kabel dan peralatan lain yang akan dipasang. Menjadi kesenangan tersendiri bagi saya setiap pulang sekolah untuk menyaksikan pekerjaan memasang alat-alat tersebut. Terlebih lagi jika membayangkan kampung saya tidak lama lagi akan terang-benderang.

Berbicara soal listrik tentu tidak dapat dilepaskan dengan PLN atau perusahaan listrik negara. Perusahaan inilah satu-satunya yang bertanggung-jawab terhadap penyediaan listrik bagi seluruh rakyat Indonesia. Peran PLN menjadi begitu penting mengingat listrik tidak sekadar untuk menerangi ketika malam tiba, tapi juga menjadi penggerak kegiatan ekonomi dan membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Dulu, ketika listrik belum masuk, belajar malam hari menggunakan lampu minyak tanah. Tidak jarang jidat menjadi hitam-hitam karena asap dan mata jadi gampang lelah karena tidak begitu terang. Menyeterika pakaian menggunakan strika khusus yang didalamnya dimasukkan arang terlebih dahulu. Jika salah perhitungan, maka pakaian bukannya jadi halus tapi hangus karena kepanasan.

Saat ini, hampir semua daerah di Indonesia sudah dialiri listrik. Menurut data tahun 2009, masih ada sekitar 7500 desa yang penduduknya belum bisa menikmati listrik. Mayoritas desa ini terletak di pulau-pulau terpencil dan pegunungan. Saya kira ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk dapat mengantarkan listrik ke seluruh rakyat Indonesia.

Tantangan lain yang dihadapi adalah peningkatan kualitas pelayanan terhadap pelanggan. Layanan pelanggan ini masih banyak dikeluhkan oleh pelanggan. Mulai dari pemadaman bergilir, seringnya mati lampu, hingga lambannya petugas PLN dalam merespon keluhan atau kendala yang dihadapi pelanggan. Menghadapi hal tersebut, PLN tidaklah tinggal diam. Saat ini sudah banyak dan mudah untuk menyampaikan keluhan. Bukan hanya melalui kontak center 123, tapi juga memanfaatkan media sosial semacam facebook, dan twitter @pln_123. Yang menjadi pertanyaan kemudian bagaimana respon terhadap penyampaian keluhan tersebut?

Soal respon petugas PLN, saya mempunyai pengalaman sendiri ketika ada masalah di meteran listrik di rumah. Meteran yang baru saja diupgrade menjadi prabayar, lampu peringatannya terus menyala seakan-akan ada yang tidak beres. Awalnya malas juga menghubungi petugas PLN, khawatir lama sementara saya ada keperluan. Tapi karena tidak ada yang bisa diminta tolong untuk memeriksa, akhirnya saya telepon 123. Oleh petugas ditanya lokasi rumah dimana dan apa masalahnya, sebelum ditutup saya pesan agar segera datang karena saya ada keperluan.

Selang beberapa menit kemudian mobil layanan PLN sudah sampai di rumah. Setelah diskusi dan diperiksa, masalahnya pun selesai. Oleh petugas yang datang saya diberi nomor kontak layanan untuk PLN setempat agar penanganannya bisa lebih cepat jika timbul lagi masalah di kemudian hari. Ternyata kekhawatiran saya tidak terbukti dan semua pemeriksaan itu gratis alias tidak diminta biaya. Kesan saya dan mungkin banyak pelanggan lain selama ini adalah jika mau cepat harus bayar biaya tambahan.

pln-bersih-transparan-300x230

Itulah sebenarnya yang menjadi harapan pelanggan, pelayanan yang cepat dan bebas biaya macam-macam. Untuk mewujudkan PLN bersih, menurut saya ada 3 hal penting yang harus dilakukan:

  1. Transparansi
    PLN harus membuat semuanya terbuka atau bisa diketahui oleh pelanggan. Misalnya biaya-biaya untuk pasang baru, tambah daya, dll harus transparan. Dan menjamin tidak ada biaya tambahan atau biaya siluman dibaliknya. Saya kira hal ini sudah dilakukan oleh PLN saat ini melalui websitenya.
  2. Konsistensi
    PLN dan segenap jajarannya harus konsisten dengan apa yang sudah ditetapkan. Jangan sampai pelaksanaannya masih saja ada yang dibelokkan, diakal-akali, dll untuk mendapatkan uang tambahan.
  3. Pengawasan
    Pengawasan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah atau instansi terkait, tapi juga masyarakat yang bisa secara aktif berperan serta dalam upaya menciptakan PLN yang bersih.

Kita sebagai pelanggan berharap PLN mampu mewujudkan komitmennya untuk menjalankan perusahaan yang bersih dari praktek korupsi dalam penyediaan tenaga listrik bagi masyarakat Indonesia. Semoga…

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Interest and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s