Meretas Jalan Menuju Soppeng Kota Pendidikan


Salah satu rangkaian acara Reuni Akbar SMA Negeri 200(1) Watansoppeng tahun 2013 adalah seminar pendidikan. Seminar ini mengambil tema “Menuju Soppeng Kota Pendidikan”. Saya sendiri tidak sempat menghadiri acara ini karena sudah ke Pinrang, kampung istri. Namun, rupanya tema ini membawa kontroversi tersendiri di kalangan beberapa alumni.

Seperti bisa dibaca di grup facebook “Jaringan Soppeng 200” ada yang menuliskan rasa pesimisnya untuk mencapai tujuan seminar tersebut. Mengapa tidak mengangkat mengembalikan Soppeng sebagai kota sutera yang kini direbut Wajo atau lumbung padi Sulawesi Selatan yang kini direbut Sidrap.

Hal ini menurut saya cukup masuk akal. Saya masih ingat dulu, ketika masih SMP dan tinggal di Laburawung, banyak ditemui kolong rumah yang dijadikan tempat beternak ulat sutera. Tanah kosong sekitar rumah ditanami murbei, makanan ulat sutera. Banyak juga keluarga yang menjadi tukang tenun di rumahnya. Namun sekarang, pemandangan itu sudah langka bahkan mungkin susah ditemui.

Mengembalikan Soppeng sebagai kota sutera atau lumbung padi adalah satu hal dan gagasan menjadikan Soppeng dikenal sebagai kota pendidikan adalah hal lain yang bukan tidak mungkin untuk dicapai. Kalau ukurannya seperti Yogyakarta yang memiliki ratusan universitas, mahasiswa datang dari seluruh penjuru nusantara, saya kira agak berat. Tapi, untuk menjadi kota pendidikan saya kira bukan hanya itu barometernya.

Saya tidak tahu apa sasaran dari seminar itu untuk menjadikan Soppeng kota pendidikan. Tapi, marilah kita mulai dengan apa yang sudah dimiliki oleh Soppeng. Dengan menjadikan pendidikan yang ada sekarang terdepan di Sulawesi-Selatan. Misalnya saja nilai kelulusan tertinggi se-Sulsel mulai SD hingga SMA ada di Soppeng. Yang sering mewakili Sulsel untuk berkompetisi masalah pendidikan di tingkat nasional banyak berasal dari Soppeng, dll. Dengan sering-sering berprestasi di bidang pendidikan, lambat laun Soppeng akan dikenal sebagai kota pendidikan.

Saya kira dari dulu hingga sekarang pun Soppeng sudah banyak prestasi di bidang pendidikan, khususnya SMA Negeri 1 Watansoppeng. Cuma mungkin belum bertahan atau berkelanjutan dari tahun ke tahun. Sehingga, belum terdengar atau terkenal sebagai kota pendidikan. Tapi, saya optimis itu bukanlah sesuatu yang tidak bisa dicapai.

Beberapa foto angkatan ’97 saat reuni akbar SMA Negeri 200(1) Watansoppeng

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Kampong Halaman and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Meretas Jalan Menuju Soppeng Kota Pendidikan

  1. wiwin says:

    Numpang lewat…hehehe

  2. Mugniar says:

    Saya setuju dengan pendapatnya. Kayaknya kejauhan ya kalo langsung disasar menjadi kota pendidikan. Step by step dululah.
    Sy juga orang Soppeng yang lahir dan besar di Makassar, ayah saya dari sana🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s