Bisnis Properti dengan Modal 5 Juta


Jarum jam baru menunjukkan pukul delapan pagi, namun Jalan Ciater Raya arah BSD sudah macet. Bukan suatu hal yang baru sebenarnya, semakin siang macetnya bahkan bisa melewati kantor camat Ciputat di jalan Pondok Benda. Efek semakin bertambahnya kendaraan seiring perkembangan perumahan di kawasan tersebut, sementara jalannya belum dilebarkan. Tapi, rencana ke arah sana sudah mulai terlihat.

Pembebasan tanah sepanjang jalan Ciater dan sebagian Pondok Benda sudah dilakukan oleh Pemkot Tangsel. Bisa dibayangkan bagaimana melejitnya harga property di sekitar Pamulang 2 jika jalan sudah jadi. Ditambah lagi kantor pusat pemerintahan kota Tangerang Selatan juga akan dibangun di kawasan itu.

Harga property memang terus merangkak naik. Rumah yang tiga tahun lalu bisa dibeli seharga 100 jutaan, sekarang harganya bisa mencapai 300 juta. Tak heran jika banyak sekali orang ingin tahu lebih dalam dan terjun ke dalam bisnis property.

Berawal dari situlah, TDA Tangray (Tangan di Atas Tangerang Raya) menggelar FGD (focus group discussion) property, pada hari Sabtu, 18 Mei 2013, di Restoran Serai Wangi, Rawa Buntu.

Karena itulah saya pagi-pagi sudah menembus macetnya Ciater Raya menuju Serpong. Diskusi dimulai dengan perkenalan peserta yang sudah hadir. Sangat menarik mendengar cerita kawan-kawan tentang usaha mereka, ada yang baru dimulai, sudah berjalan, ada juga yang sudah tutup dan vakum (seperti halnya saya). Ada yang dulunya karyawan dan sudah resign kemudian menjalankan usaha. Ada juga yang masih karyawan dan sedang mencari-cari ide bisnis (saya masuk kategori yang ini… hehehe).

Senang sekali karena bisa kembali menjalin silaturahim dengan kawan-kawan TDA Tangray, setelah pasif selama ini. Sharing dimulai oleh Om Omar yang bercerita tentang dasar-dasar bisnis property. Pengetahuan dan pengalaman beliau di bidang ini tidak diragukan lagi, karena selama ini terjun sebagai kontraktor.

Om Omar in action

Om Omar in action

Ada tiga syarat jika ingin berhasil di bisnis property, yaitu trust (kepercayaan), creativity (kreativitas), dan capital (modal). Kepercayaan ini bisa berupa kepercayaan dari pemilik tanah, investor, atau calon pembeli. Kepercayaan bisa dibangun dengan track record atau bisa mengajak teman yang sudah berpengalaman. Kreativitas bisa berupa cara-cara kita mengemas suatu lahan menjadi area yang menarik atau kreativitas dalam mencari investor. Sedangkan modal bisa berupa tanah atau uang. Jika tidak punya keduanya, paling tidak modal kreativitas.

Ada sebuah jargon yang mengatakan “dengan modal sedikit harus dapat dijadikan daya ungkit untuk menghasilkan untung sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya”.

Sesi kedua diisi oleh Pak Arih Lindriarto yang mengupas tentang cara simpel jadi mini developer. Mini developer ini maksudnya membangun rumah maksimal 4 dalam satu lahan. Di sela-sela sesi, ada sharing yang sangat menarik dari Pak Probo tentang banyak hal. Mulai dari membuat PT hingga tantangan untuk action terjun langsung menjadi mini developer dengan modal 5 juta per orang atau lebih boleh juga. Pak Probo adalah seorang pengusaha di bidang pertambangan, meskipun usianya sudah menginjak 58 tahun tapi semangat dan antusiasmenya bisa menjadi contoh buat yang muda. Menurut beliau, kedatangannya ke acara-acara TDA selain untuk berbagi pengalaman, juga untuk belajar dari yang muda-muda. Ini tentu saja bisa menjadi suntikan inspirasi dan motivasi untuk terus belajar.

Pak Arih Lindriarto tahun 2012 yang lalu berani resign dari “zona karyawan” dan terjun menjadi “developer perumahan” di Lampung. Menurut beliau, cara terbaik untuk belajar bisnis property adalah langsung nyemplung. Dengan begitu, akan banyak pelajaran yang bisa dipetik dibanding sekadar ikut seminar atau training. Memulainya pun tidak melulu butuh modal yang besar karena bisa dilakukan dengan sistem saweran.

Di acara itu juga ketemu dengan Om Geri, owner Serai Wangi, yang ternyata tinggalnya di Cendana Residence juga. Juga ketemu dengan pengurus TDA Tangray yang baru Pak Dwi (ketua) dan Pak Hatta (Sekretaris) dan banyak kawan-kawan lain yang datang dari Kabupaten Tangerang, Ciledug, Pondok Aren, dll yang sama-sama memiliki ketertarikan terhadap dunia property.

Sayangnya saya tidak bisa mengikuti sesi berikutnya, karena ada keperluan lain. Akhirnya, saya meninggalkan Serai Wangi setelah menikmati santap siang ayam bakar. Mudah-mudahan ide membuat proyek saweran property bisa segera dieksekusi…😀 Sampai jumpa di FGD Property berikutnya yang rencananya akan dilaksanakan sekali sebulan. Jangan hari kerja ya Om-Tan, maklum masih jadi karyawan juga… hehehe.

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Community and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Bisnis Properti dengan Modal 5 Juta

  1. dwihandaya says:

    sukses ya, welcome on group tdatangerangraya@yahoogroups.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s