Tips (agak) Nyaman Naik KRL


Sebagai seorang pekerja yang tinggal di daerah pinggiran Jakarta, kereta atau KRL menjadi andalan saya untuk mondar-mandir rumah-kantor. Tahun ini genap empat tahun lamanya saya menjadi Anker alias anak kereta🙂. Dengan pengalaman sebanyak itu, bolehlah saya berbagi tips bagi Anda yang tertarik untuk beralih ke moda transportasi KRL.

krl-penuh

KRL penuh sesak (foto : wepreventcrime.wordpress.com)

KRL memang terkenal penuh sesak, apalagi di jam sibuk pergi dan pulang kantor. Namun, tidak berarti kita tidak bisa naik KRL dengan (agak) nyaman. Berikut ini beberapa tipsnya.

Pergi lebih awal, pulang lebih akhir

Kalau tidak ingin terlalu berdesakan hingga garuk hidungpun tak bisa, berangkatlah lebih pagi dan pulanglah lebih malam. Dari pengalaman saya, kereta sekitar jam 06.00 – 06.30 pagi masih tidak begitu berdesakan. Apalagi KRL yang jam 5-an, masih agak lowong. Meskipun, sudah berdiri juga (saya pernah coba sekali naik dari Stasiun Sudimara).

Sedangkan untuk kereta pulang, gunakan KRL yang sekitar jam 08.00 malam. Pengalaman saya naik KRL arah serpong jam 19.50 malam itu agak longgar.

Pergi ke stasiun pemberangkatan awal

Tips ini berlaku untuk berangkat saja, sedang pulangnya tidak berlaku. Soalnya, semua penumpang ngumpul di tempat yang sama, Stasiun Tanah Abang.

Kebetulan, posisi rumah saya memungkinkan ke 3 stasiun, yaitu Stasiun Sudimara, Rawa Buntu, dan Serpong. Yang paling dekat Sudimara dan paling jauh Serpong. Kalau mau menikmati tempat duduk, saya ke Serpong lebih awal. Kalau sekadar dapat posisi yang strategis, saya ke Rawa Buntu. Kalau lagi pasrah, ya ke Sudimara saja.

Memilih posisi strategis

Nah, ada 2 tempat strategis menurut saya (jika semua tempat duduk sudah terisi), yaitu di sambungan gerbong dan di tengah-tengah. Pada dasarnya sama alasannya, yaitu menjauh dari pintu masuk. Jangan sekali-kali berdiri di jalur pintu (kecuali terpaksa), jika tidak ingin jadi rempeyek.

Keuntungan lain di sambungan gerbong adalah pintu terakhir di setiap gerbong tidak memiliki pijakan kaki. Jadi, untuk perjalanan pulang arah Serpong lebih sedikit penumpang yang naik dari Palmerah dan Kebayoran Lama karena masih peron rendah.

Nah, demikianlah tips singkat dari saya agar (agak) nyaman naik KRL. Tips ini sudah saya buktikan sendiri, khususnya untuk perjalanan KRL Serpong – Tanah Abang dan sebaliknya. Punya tips lain… Silakan dibagi melalui form komentar🙂

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in RupaRupa and tagged , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Tips (agak) Nyaman Naik KRL

  1. Anggara says:

    Sekarang dengan KRL sampai parungpanjang dan maja kayaknya naik ke serpong jadi agak susah duduk. Kecuali pagi kali ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s