Pengalaman MRI Lumbal


Entah apa sebab pastinya, yang jelas sakit pinggang saya mulai terasa sekitar setahun yang lalu. Mungkin gara-gara lompat peron di stasiun. Waktu itu ada kereta ekonomi yang parkir di jalur 3 stasiun Sudimara, sementara KRL saya sudah mau masuk di jalur 2. Terpaksa deh pakai acara loncat. Tidak terduga pas lompat punggung saya tiba-tiba sakit dan terpaksa jalan miring beberapa saat baru kemudian bisa lurus. Beberapa lama saya diamkan rupanya masih saja nyerinya datang dan pergi.

Pernah saya konsultasi ke dokter syaraf, diberi obat dan disarankan untuk MRI lumbal polos jika sakitnya tidak hilang setelah minum obat. Seminggu minum obat rasa nyerinya hilang, jadi MRInya tidak jadi.

Setahun berlalu, nyeri pinggang saya datang mengganggu lagi. Saya sampai menyediakan Salonpas Gel di tas jika tiba-tiba nyeri. Nyerinya sih tidak hebat, tapi cukup mengganggu aktivitas. Bahkan, setiap ke Mall saya sempatkan untuk pijat yang 20 menit 10 ribu…hehehe. Lumayan, sambil menunggu istri saya belanja.

Daripada menduga-duga, Jumat kemarin saya ke salah satu rumah sakit swasta di BSD untuk MRI lumbal. Biayanya 2 juta, lumayan mahal. Kata petugasnya prosesnya sekitar 30 menit. Setelah ganti baju, kami pun menuju ke ruang MRI. Semua jenis logam ditinggal di loker. Sebelum masuk petugasnya bertanya apakah saya mempunyai fobia ruang sempit, saya jawab tidak. Untuk hiburan di telinga saya dipasang musik. Juga ada tombol panik, jika saya merasa tidak kuat tinggal pencet tombol itu dan semuanya berhenti. Setelah itu prosesnya harus diulang dari awal lagi.

Setelah semua beres, saya pun dimasukkan ke dalam alat yang berlubang seperti donat. Pantas saja teman kantor saya sampai memencet tombol panik sekali, memang tidak nyaman di dalam sana. Kedua tangan diikat, lubangnya ngepas banget, dan suara alatnya berisik sekali. Praktis suara musiknya tidak kedengaran, yang terdengar hanya suara seperti senapan mesin. 30 menit rasanya luaaamaaaa banget, tapi bisa saya lewati tanpa memencet tombol panik…🙂

Hasilnya…. alhamdulillah tidak ada kelainan dengan tulang belakang. Kata dokter ahli syarafnya, sakit pinggang saya tidak disebabkan oleh kelainan tulang belakang, baik itu bergeser atau adanya syaraf kejepit. Sepertinya itu hanya masalah otot, lagi pula nyerinya tidak tetap. Jadi, sarannya adalah berenang, memperhatikan posisi duduk, dan menurunkan berat badan. Terakhir ini yang susah… hehehe.

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in About Me and tagged . Bookmark the permalink.

5 Responses to Pengalaman MRI Lumbal

  1. tgykadir says:

    sakit lumbal atau sakit punggung yang lain yang rasanya pegal dan nyeri bisa dilakukan pemijatan, meskipun menurut disiplin ilmu yang lain tidak boleh dipijat dan cara pijatnyapun harus kepada orang tahu tentang totok syaraf atau ahli pijat otot

  2. Edmond WMA says:

    Saya mengalami nyeri di pinggul sebelah kiri, sampai ke tungkai kiri bagian depan terasa seperti keram dan kebas. Jika berjalan, hanya mampu 10 s/d 15 meter dan rasa nyeri datang bahkan terasa pegal di otot paha kiri. Hal ini sudah saya rasakan selama kurang lebih dua minggu. Sudah dirontgen beberapa hari yl, tdk terdapat retak atau fraktur pada bagian pinggul (pelvis atau apalah namanya), sendi coxae posisi baik, tdk ada kelainan radiologis pd struktur tulang-2 pelvis dan caput-colum femoris, tdk terlihat dislokasi sendi coxae kiri dan kanan. Oleh dokter (di Bekasi) dikasih obat bermacam-2, namun tdk mengurangi rasa nyeri. Akhirnya saya ke salahsatu RS di Bintaro, konsultasi dgn Dokter Saraf yang mencurigai jika ada saraf yang terjepit atau apalah namanya. Untuk memastikan, beliau mengirimkan saya ke bagian radiologi untuk MRI (Magnetic Resonance Imaging), sudah dijalankan pagi tadi (26-03-2013 jam 08:30). Masih harus menunggu hasilnya besok (27-03-2013 jam 14:00) dan kemudian ketemu dokter lagi (28-03-2013 jam 09:00)….

  3. adijaya says:

    Berdasarkan pengalaman MRI supaya kita merada nyaman pada saat MRI sebelum dimasukkan ke tabung mintalah pada petugas mata anda untuk di tutup dengan tisue kering yang di basahin sambil dengerin musik di jamin anda akan ketiduran seperti di spa. Silakan mencoba

  4. wilda says:

    Maaf permisi berdasarkan pengalaman teman2 boleh tau ga rs mana yg menyediakan fasilitas mri beserta rincian biayanya? Thanks:3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s