Saat-Saat Pertama


Apa yang saya tuliskan berikut ini adalah pengalaman saat-saat pertama dalam hidup saya yang kalau dikenang-kenang ternyata lucu juga.

Pertama kali menikmati listrik

Saya lahir di kampung, sekitar 200 km dari Makassar. Waktu lahir, listrik belum masuk di kampung saya. Mungkin gara-gara itu kulit saya jadi gelap… hehehe. Listrik ada ketika saya SD, kalau bukan kelas 1 ya 2. Saya masih ingat setiap pulang sekolah selalu menonton pekerja PLN memasang tiang, kabel, dll. Bahkan, ada beberapa barang yang akan dipasang dititipkan di halaman rumah saya. Lama setelah itu barulah instalasi di rumah saya juga dipasang. Waktu pertama kali listrik menyala, kami semalam suntuk menyalakan mini compo yang sebelumnya pakai baterai.

Pertama kali punya TV

Di kampung saya, awalnya hanya satu rumah yang punya televisi yaitu Pak Lurah. Setiap hari minggu rumah Pak Lurah selalu ramai, bayangkan saja, satu kampung tumplek di situ untuk menyaksikan album minggu di TVRI. Bukan hanya Minggu, setiap malam pun sehabis makan malam ada saja warga yang kumpul di rumah Pak Lurah untuk nonton televisi. Ini tentu saja membuat anggaran kopi dan gula Bu Lurah jadi membengkak.

Keramaian mulai terpecah ketika ada polisi yang pindah dekat rumah saya dan punya televisi. Setiap sore, saya dan adik saya selalu ke situ untuk nonton film kartun. Mulai dari Zorro, Silver Hawk, He-man, dll. Sampai suatu ketika, Adik saya jatuh di tangga gara-gara lari karena film kartunnya sudah hampir mulai. Akibat kejadian itu, orang tua saya akhirnya memutuskan membeli televisi. Meskipun dapatnya hanya TV hitam putih, tapi tidak perlu lagi lari-lari ke rumah tetangga. TV hitam putih ini bertahan hingga saya kuliah, 20 tahun lebih.

Pertama kali masuk Mall

Sedari lahir hingga SMU saya di kampung. Meskipun kelas 6 SD pindah ke ibukota kabupaten, tapi tetap saja di kampung. Tempat paling ramai Cuma terminal dan pusper (pusat pertokoan).

Ketika SMU saya berkesempatan pergi ke Makassar (waktu itu masih Ujung Pandang) bersama beberapa teman untuk suatu kegiatan. Kami menginap di rumah kaka salah satu teman. Di waktu luang kami di ajak jalan-jalan ke mall yang cukup besar. Ini adalah pengalaman pertama saya masuk mall. Karena belum pengalaman, saya selalu memilih naik tangga dibanding escalator, takut jatuh. Ketika masuk ke toko ATK dan memutuskan beli satu pulpen yang murah, saya terus saja berdiri di depan counter sambil pura-pura mengamati pulpen lain. Untunglah penjaganya sadar dengan kekurangtahuan saya dan memberitahu kalau saya mesti bayar dulu di kasir terus struk pembayarannya dikembalikan lagi untuk mengambil pulpennya.

Sehabis beli pulpen, teman saya ngajak masuk toko pakaian. Sedang asyik jalan, tiba-tiba saya ditahan satpan, katanya belanjaan harus dititip dulu di penitipan barang. Takut pulpen saya hilang, akhirnya saya menunggu di luar saja.

Pertama kali punya HP

Sekitar tahun 2001, saya aktif di organisasi mahasiswa yang bersifat nasional. Kehadiran alat komunikasi rasanya perlu sekali, paling tidak kirim SMS (maklum waktu itu masih roaming nasional). Setelah merayu Ibu saya, akhirnya dananya cair juga meskipun terbatas. Setelah dicari kesana-kemari dibantu seorang kawan, akhirnya ketemu juga HP seken yang cocok dengan anggaran saya. Sebuah HP Ericsson T10 warna kuning seharga 250 ribu rupiah. Lebih murah dibanding kartu perdana baru yang saat itu seharga 400 ribuan. Waktu itu, belum banyak yang pakai HP di kampus saya, jadi lumayan gayalah…🙂

Tapi dasar seken, ada saja masalahnya. Baterainya sudah drop rupanya, pantas saja waktu saya tes sebelum beli selalu dicolok ke listrik.

Pertama kali pakai toilet duduk

Seumur-umur saya selalu memakai toilet jongkok yang disiram secara manual. Makanya ketika saya berkesempatan buang air besar di satu gedung gede di Jakarta untuk pertama kalinya, saya menemui kebingungan. Karena sudah kebelet, saya langsung duduk saja, setelahnya baru pusing. Akhirnya, saya berdiri menghadap belakang untuk mencari-cari bagaimana membersihkan diri dan toiletnya. Untunglah, tombol untuk flush-nya mudah ditemukan. Lantas, bagaimana dengan saya? Masa pakai tisu langsung. Aaaa… ada yang mirip putaran kran di sisi kiri bawah. Begitu saya putar, tiba-tiba ada yang nongol di kloset dan menyemburkan air. Alhasil, basahlah kemeja saya bagian depan….😦

 

 

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Nostalgia and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s