Catatan Nulis Buku Club 1 (NBC1)


Suasana belum begitu ramai ketika saya melangkahkan kaki memasuki Anomali Coffee di level 1 Setiabudi One. Saya memang datang lebih awal, baru pukul 18.10 WIB. Hanya butuh sekitar 10 menit berjalan kaki dari kantor saya menuju tempat acara NBC1. Setelah register, saya masuk ke ruang acara, tampak beberapa orang yang tengah asyik ngobrol di pojokan. Mungkin yang punya gawe pikir saya.

Selang beberapa saat beberapa orang memasuki ruangan. Seseorang, yang belakangan saya tahu sebagai salah satu founder nulisbuku dotcom, mempersilahkan peserta yang sudah hadir untuk mencicipi hidangan yang sudah disiapkan. Hhmm… kebetulan, saya memang belum sempat makan dari siang… hehehehe. Menurut informasi dari MC, acara akan dimulai pukul 19.00 WIB, cukuplah waktu untuk mencicipi makanan dan minuman yang disediakan.

Namun, ternyata acara baru bisa dimulai sekitar pukul 19.30 WIB karena banyaknya kesibukan founder nulisbuku dotcom dengan kru JakTV. Surprise juga, karena di pikiran saya, founder nulisbuku dotcom ini pasti pengusaha yang cukup berumur yang jeli melihat peluang. Namun ternyata, founder nulisbuku dotcom ini adalah empat orang anak muda yang penuh idealisme yang ingin mewujudkan mimpi-mimpinya dan juga mimpi-mimpi banyak orang di negeri ini untuk menerbitkan bukunya masing-masing. Salut buat mereka. Yang ingin kenal lebih dekat dengan mereka bisa follow twitter mereka di @salsabeela, @byotenega, @b4nch4, @okaphoto.

Acara dimulai dengan penjelasan singkat dari nulisbuku, semua jenis buku bisa diterbitkan yang penting tidak mengandung pornografi dan unsur SARA. Minimal 50 halaman A4 atau 100 halaman template yang telah disediakan di nulisbuku dotcom. Hak cipta tetap di tangan penulis dan penulis sendiri yang menentukan harga jual buku. Tinggal sign up di web dan upload naskah yang ingin diterbitkan. That’s simple…

Lagi sirius... (Foto dari Flickr Ollie)

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sharing pengalaman dengan Mas Wicak (@ndorokakung) dan Mba Hany (@beradadisini) seputar proses kreatif di balik buku mereka yang berjudul 28 hari yang diterbitkan melalui nulisbuku dotcom. Ini adalah pertama kali saya melihat langsung ndorokakung setelah sekian lama mendengar namanya di dunia blog. Menarik juga, buku 28 hari ternyata sebelumnya sudah tersebar luas di twitter. Buku ini diangkat dari tulisan yang saling berbalas antara Ndorokakung dan Mba Hany. Diberi nama 28 hari karena jumlah tulisannya ada 28 dan juga berakhirnya di bulan Februari tahun lalu yang kebetulan berjumlah 28.

Sesi berikutnya diisi oleh @TrinityTraveler penulis buku laris The Naked Traveler dan @JiaEffendie yang penulis dan editor. Banyak hal menarik yang dibagi oleh keduanya. Menurut Trinity, banyak yang menulis tentang perjalanan namun dari gaya bahasa kebanyakan menjadi cerita panduan perjalanan yang menulis bagaimana dari A ke B ke C dst. Dia menulis dengan gaya bahasa yang berbeda, gaya seperti jika dia menceritakan bagaimana seru perjalanannya ke sorang teman. Write the way you talk, katanya. Jia menuturkan bagaimana awal dia menulis dari membaca cerpen-cerpen tantenya yang ditolak majalah. Juga bagaimana dia bisa begitu produktif menulis ketika mengalami patah hati.

Pertanyaan menarik dilontarkan oleh seorang peserta tentang bagaimana solusi jika mandeg alias writer’s block. Kalau dari pengalaman Jia, biasanya dia tinggalkan dulu tulisan itu, mungkin besok atau lusa ketika mood bagus, situasi mendukung, dibaca lagi dan akan muncul ide lagi tulisan itu bagusnya bagaimana, atau arahnya kemana.

Juga ada pertanyaan tentang editor, menurut keduanya writer is king, but editor is god. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk keduanya saling bersinergi untuk menghasilkan tulisan yang lebih bagus. Menurut, Jia editor itu ibarat pembimbing skripsi. Jadi bisa kejam dengan coretan di sana-sini, namun juga bisa memberi petunjuk bagian mana yang mesti diperbaiki atau apa saja yang perlu ditambah.

Hal penting lain adalah cover, karena people do judge the book by it’s cover. Menurut Trinity, sampul itu ibarat wajah. Itu adalah hal pertama yang akan dilihat dan dinilai. Bagaimana membuat buku kita yang berada di rak toko buku di antara ratusan buku lain, bisa menarik perhatian. Selain itu, harus diperhatikan juga mengenai judul, warna, dan jenis huruf yang digunakan.

Hampir pukul 22.00 WIB, acara pun memasuki sesi terakhir. Sebelumnya ada sharing tentang ide buku dan resolusi menulis di 2011. Sebelum pulang tidak lupa foto bersama. Sampai jumpa di NBC2 yang rencanya akan dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2011. Mudah-mudahan bisa datang lagi dengan membawa buku karya sendiri. Semoga…

Foto bareng para peserta (foto dari flickr Ollie)

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Community. Bookmark the permalink.

3 Responses to Catatan Nulis Buku Club 1 (NBC1)

  1. Pingback: Tweets that mention Catatan Nulis Buku Club 1 (NBC1) « .:Kirman Daeng Pawata:. -- Topsy.com

  2. amril says:

    Kirman, Thanks ya atas reportase kerennya di Nulisbuku.com. Serasa saya hadir disana. Pengen datang, tapi pas lagi lembur dikantor. BTW, sudah beli belum buku #narsis (narasi romantis) saya di Nulisbuku.com? hehehe…langsung promosi..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s