Hujan Yang Bikin Merana


Hujan yang mengguyur segenap kota Jakarta sore kemarin hingga malam betul-betul membawa kerepotan sendiri bagi saya sebagai komuter. Berkantor di bilangan kuningan dan tinggal di daerah Pamulang menjadikan kereta sebagai moda transportasi favorit saya. Meskipun bisa dibilang bebas macet, namun tidak lepas dari berbagai masalah.

Balik lagi ke soal hujan kemarin, karena mulainya sekitar jam 15.00 saya berharap sekitar jam 17.00 hujannya reda. Namun ternyata meleset, akhirnya kereta yang 17.30 ke Serpong lewat sudah. Belakangan saya ketahui kereta jam ini dibatalkan perjalanannya.

Akhirnya bersabar hingga pukul 18.00, tapi rupanya hujan masih turun juga. Malah kemacetan makin parah, bahkan Rasuna Said depan kantor sudah tidak bergerak sedikitpun. Kabarnya ada banjir daerah Mampang. Meskipun demikian, saya paksakan juga menembus hujan menuju stasiun Sudirman mengejar kereta pukul 18.34. Jika tidak bakal repot, masa mesti tidur di kantor.

Setelah berakrobat bersama ojek melewati macet sekitar Four Season, sampai juga di stasiun dengan agak kuyup. Suasana di stasiun cukup padat, banyak penumpang kereta yang duduk selonjor di lantai. Rupanya semua perjalanan kereta mengalami keterlambatan. Waktu beli tiket disampaikan jika kereta telat, okelah daripada tidak pulang.

Berselang beberapa menit ada pengumuman jika kereta yang seharusnya sudah tiba di Sudirman masih tertahan di Tanah Abang menuju Serpong terlebih dahulu karena ada banjir antara Palmerah dan Kebayoran. Alamak… bakal dua jam lagi dong baru balik lagi. Tapi, tak apa-apalah, mau naik angkot atau taksi sekalipun pasti masih macet di mana-mana.

Sekitar setengah jam berikutnya datang pengumuman kalau perjalanan kereta dibatalkan karena banjir belum menunjukkan niat baiknya untuk surut. Pusinglah tujuh keliling, mau pulang naik apa nih??? Iseng-iseng nelpon kawan yang masih di kantor, rupanya teman kantor yang tinggal daerah Reni Jaya masih di kantor. Tiket tukar uang lagi, balik lagi deh ke kantor naik ojek bersama hujan yang masih turun juga.

Sampai kantor sudah benar-benar basah, untung ada baju ganti. Akhirnya, laptop nyalain lagi trus baca-baca berita kemacetan dan banjir sambil menunggu jalan agak lancar. Meninggalkan kantor sekitar pukul 21.00. Keluar Rasuna Said mutar ke Sudirman ambil jalur lambat yang sedikit jalan dibanding jalur cepat. Terus belok ke Gatot Subroto dan masuk tol. Keluar tol di daerah Fatmawati menuju Cirendeu. Turun di perempatan Pondok Cabe, melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju Pamulang 2. Sampai di rumah hampir jam 12 malam.

Dibandingkan yang lain saya termasuk lumayan. Teman di kantor ada yang tiba di rumah jam 2 pagi. Prihatin juga melihat banyak teman-teman komuter yang tidak kebagian angkutan umum. Sepanjang Sudirman banyak saya lihat penumpang yang terlantar di jalan. Ada yang termenung, ngumpul ngobrol, ada juga yang santai aja sambil makan gorengan.

Padahal, Jakarta sudah di tangan ahlinya, tapi kok masih begitu-begitu aja ya???

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in RupaRupa. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s