Paddaengeng


Akhir-akhir ini saya terusik dengan banyaknya teman-teman di komunitas blogger makassar (angingmammiri.org) yang menggunakan paddaengeng sebagai nama blognya, bahkan mungkin sebagai panggilan sehari-hari. Ada daengrusle.com, daengnuntung.com, daenggassing.com, dan yang terbaru daengbattala.com. Kalau meminjam istilahnya Profmustamar, mereka selain memperkenalkan dirinya secara narsis melalui nama daeng di blognya, juga memperkenalkan daerahnya kepada dunia.

Menarik memang, mengapa mereka menggunakan paddaengeng tersebut. Apa sekadar narsis? atau memang cinta kebudayaan daerah? atau karena kangen kampung aja? Setahu saya Daeng Rusle bermukim di Balikpapan, sementara Daeng Nuntung di Aceh, kalau Daeng Gassing saya belum tahu. Yang jelas dan saya yakin, teman-teman ini punya alasan sendiri dan tidak hanya sekadar narsis🙂

Gara-gara mereka inilah saya jadi ikut-ikutan mengorek informasi tentang paddaengeng saya sendiri. Dulu ibu saya pernah mengatakan bahwa saya dan adik-adik punya paddaengeng sendiri dan itu sudah ada sejak kecil. Katanya sih dari sejak “difano lolonya” sudah ada paddaengengnya dan akan diumumkan ke khalayak pada saat di sunat atau saat menikah. Kebetulan kalau di keluarga saya pengumumannya saat menikah, namun karena sesuatu dan lain hal saat menikah paddaengeng saya lupa diumumkan.

Berdasarkan pembicaraan saya dengan Ibu saya via telepon pada hari ini, tanggal 5 Desember 2007, pukul 10.01 WIB, paddaengeng saya adalah Daeng Pawata (diambil dari kakek), trus adik laki-laki saya Daeng Patalle (diambil dari kakek) dan adik perempuan saya Daeng Masennang (diambil dari ibu). Paddaengeng tersebut tidak asal disematkan, tapi ada hirarki dan maksudnya sendiri. Menurut informasi dari Ibu saya lagi, urutannya sengaja dibuat demikian karena ada maksudnya. Saya sebagai putra pertama diberi nama Daeng Pawata (wata = angkat), diharapkan bisa mengangkat keluarga, baik itu nama baik, kesejahteraan, dll. Terus adik laki-laki saya diberi nama Daeng Patalle (talle = nampak, kelihatan), diharapkan setelah saya angkat keluarga, adik saya kemudian bisa membuatnya dikenal oleh masyarakat. Terakhir adik perempuan saya diberi nama Daeng Masennang (sennang = senang, gembira), diharapkan semuanya jadi senang dengan segala pencapaian yang telah diraih.

Begitulah hasil penelusuran saya hari ini dan saya pun memutuskan akan menggunakan paddaengeng saya. Entah karena narsis, atau karena jauh dari kampung halaman sehingga bisa jadi identitas, atau sekadar ikut-ikutan…??? Entahlah……

Wass,
Kirman Dg. Pawata

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in RupaRupa and tagged , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Paddaengeng

  1. Ipul says:

    halo pak Kirman dg.Pawata..
    salam kenal dari Syaifullah dg.Gassing..(nama sy sudah disinggung2 di atas..hahaha)
    saya kebetulan memang asli Makassar (Gowa-Takalar) sekarang bermukin di Sungguminasa..
    kenapa sy menggunakan nama paddaengang saya sebagai nama hosting sy yang baru ?, paling utama adalah karena ingin melestarikan budaya leluhur saya yang kayaknya hari ini sudah semakin tergerus..

    kaum muda sekarang sudah malu untuk mempergunakan paddaengang-nya, rata2 menganggap itu sudah jadul, kuno ato kayak orang tua. parahnya lagi ada yg bilang “paddaengang itu kan cuma buat org miskin, liat aja itu tukang becak, tukang batu, dll..” adduuhh..sedihnya..

    dulu sy memang sempat kayak begitu juga, sebelum sy sadar kalau itu semua salah. paddaengang adalah sesuatu yang sebenarnya malah “diagungkan” oleh suku kita. orang2 tua kita malah marah kalau dipanggil nama aslinya dan bukan paddaengangnya..artinya paddaengang di sini adalah sebuah penghormatan kepada individu suku Makassar.

    makanya sy kemudian terusik dan berpikir, “kalau bukan kita siapa lagi yg akan mewariskan budaya luhur nenek moyang kita..”, maka jadilah sekarang saya malah bangga menggunakan nama daeng Gassing yang notabene diambil dari nama almarhum kakek saya yang orangnya teguh memegang prinsip, dan punya banyak sifat2 positif dengan harapan saya bisa mengikuti jejak beliau..

    ituji daeng..kepanjangan mi kayaknya..hahaha..
    salama’ ki di..?, sy link alamat blog-ta nah..?

  2. kirman says:

    Halo juga Pak Ipul dg. Gassing. Tararengkyu atas kunjungan dan penjelasannya.

  3. daeng rusle says:

    jadi kapan kita mau launch domain daeng ta’?
    ayoo lah…:)

  4. kirman says:

    Hehehe…. segera Daeng…. Lagi cari hosting yang murah🙂

  5. amril says:

    Ditunggu launchingnya http://www.daengpawata.com. Oya, di Jakarta ki toh? Kapan bisa kopdaran nih?

  6. kirman says:

    Kayaknya bagus juga kopdaran setelah idul adha sebelum tahun baru. Gimana Pak???

  7. amriltg says:

    Boleh juga tuh. Nanti kontak saya aja via email ya (amril@andergauge.com) sekalian diatur waktunya?

  8. rumahbisnis says:

    Assalamu alaikum…Daeng…

    Saya pikir ini sebuah kebangkitan bagi kita orang kampung Bugis Makassar yang bangga akan identitas diri mereka sebagai orang daerah Makassar…
    Mereka inilah anak-anak muda Makassar yang dapat memberikan identitas dirinya sebagai orang SULSEL yang berani tampil beda. Di pulau Jawa sendiri (saya di Jabotabek) orang sekitar sini masih awam dengan sebutan daeng. Daeng itu sejenis apa ya (begitu pikirnya kali ya heheh)…
    Salut buat Daeng…Sukses terus ki’ Amin…
    http://www.asrulsani.tk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s