Internet dan Anak Jaman Sekarang


Pada suatu hari Minggu yang cerah saya telat bangun, padahal malamnya tidak begadang. Mungkin bawaan hari libur. Setelah mandi saya lihat jam, ternyata sudah jam 10 lewat dikit. Pantasan kampung tengah mulai minta diisi sesuatu. Untungnya warung nasi tak jauh di belakang kosan saya.

Sebelum ke warung, saya singgah sejenak ke kontrakan teman yang lagi asyik cerita dengan beberapa orang teman lainnya. “Ada apa ini, kelihatannya seru kali ceritanya”, tanya saya penasaran. Rupanya seorang teman baru saja pulang dari warnet untuk mengecek email. Di warnet dia mendapatkan pengalaman yang menarik.

Ceritanya begini…..

Pagi-pagi teman saya ini harus ke warnet ingin mengecek suatu email. Begitu tiba warnet masih sepi (maklum masih pagi), dia pun memilih tempat agak di pojok yang menurutnya nyaman. Selang beberapa saat warnet mulai ramai, beberapa tempat mulai terisi. Termasuk tempat di sampingnya yang diisi oleh empat orang anak kecil yang semuanya perempuan (menurut taksiran teman saya kelas 4 atau 5 SD).

Awalnya sih teman saya cuek aja, hingga akhirnya terganggu oleh suara cekikikan pengguna tempat sebelahnya yang dibarengi celetukan seseorang “Astaga… besarnya!!!”. Suara tawa tertahan pun terdengar dari empat anak kecil di sebelah. Teman saya ini jadi penasaran, namun masih ditahan. Tak lama kemudian terdengar lagi “Hihihi… kok bengkok begitu ya???”, teman saya tak kuat lagi menahan rasa penasarannya.

Perlahan kursi duduknya digeser ke belakang trus ngintip ke blok sebelahnya yang dipakai anak-anak tadi. “Astaga” (giliran dia yang mengatakan astaga), ternyata anak-anak itu sedang asyik mengamati gambar p***s di sebuah situs porno.

Perkembangan internet di negara kita memang sangat pesat, ini ditandai dengan banyaknya warnet yang bertebaran di mana-mana. Belum lagi sambungan internet pribadi. Pemakaian internet pun kini tak terbatas, bukan hanya bisnisman atawa mahasiswa, tapi semua kalangan. Dari tua hingga kanak-kanak.

Sayangnya, perkembangan ini tidak dibarengi dengan pengawasan yang memadai. Khususnya bagi pengguna internet dari kalangan pelajar. Padahal, kerugian yang bisa ditimbulkan akibat internet tidak kalah banyak dibanding manfaatnya. Cerita teman saya tadi contohnya. Mungkin sebaiknya warnet tidak dibuat dalam suatu blok-blok atau kamar-kamar, dibiarkan terbuka begitu saja untuk menutup ruang bagi penggunanya untuk mengakses situs-situs yang tidak bermanfaat.

Juga pengawasan dari orang tua terhadap anak, khususnya yang masih di bawah umur terhadap akses internet. Karena tidak sedikit anak yang izin ke warnet untuk cari tugas ternyata dibarengi dengan kunjungan ke situs-situs porno yang dengan mudah dapat ditemukan dengan bantuan Google.

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in RupaRupa. Bookmark the permalink.

3 Responses to Internet dan Anak Jaman Sekarang

  1. daeng rusle' says:

    memang mengkhawatirkan…kadang hal yg berguna ndak bisa lepas dari ekses negatip.

    Cappo’…
    pilih saika kodong di lomba blogfam HUT-RI..
    [tapi sudah memilih meki’ di..]

    ihk..ihk…ndak apa2ji…yg penting senang2ji tawwa…

    eh..lupa bilang

    PERTAMAX!!!!!

  2. yaya says:

    Thanks udah vote yaa,tp kan cuman bs vote sekali :;)

  3. annots says:

    Hmm, apa Indonesia perlu nyontek China yang sudah membatasi content Internet terutama yang berbau porno?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s