Mestakung Rahasia Sukses


Yohanes Surya

Mestakung (=seMESTA menduKUNG) adalah dukungan semesta (segala sesuatu yang berada disekitar kita) untuk melepaskan kita dari kondisi kritis. Kalau kita amati cara kerja alam semesta, ternyata alam semesta ini telah didesain oleh Sang Pencipta sedemikian rupa sehingga mampu membantu kita keluar dari kondisi-kondisi kritis. Disini semesta mempunyai cara-cara yang unik (melalui self organizing atau pengaturan diri) untuk membantu/mendukung kita melewati masa-masa sulit ini.

Misalnya ketika kita dikejar anjing galak, saat itu kita berada dalam kondisi kritis. Dan lihatlah seluruh sel-sel tubuh kita mengatur diri sehingga bisa dihasilkan ekstra energi yang membuat kita mampu melompati parit yang cukup lebar. Padahal dalam keadaan normal kita tidak mampu melompati parit itu.Banyak cerita kita dengar bagaimana seorang ibu bisa menerobos bangunan yang terbakar dan mengambil bayinya dari dalam bangunan tersebut dengan selamat. Atau mungkin kita pernah mendengar seorang perempuan yang tampak lemah dapat membalikkan mobil ketika mobil itu terbalik di daerah yang sepi. Darimana kekuatan itu?Mestakung terjadi dimana-mana.

Dalam fisika kita tahu bagaimana pasir mengatur diri ketika dituangkan ke atas lantai. Mula-mula pasir membentuk satu bukit. Tapi ketika bukit pasir mencapai ketinggian tertentu yang kita namakan ketinggian kritis, pasir yang jatuh mulai mengatur diri. Mereka menempati posisi-posisi sedemikian sehingga kemiringan bukit tetap sama.Pada tekanan sekitar 218 tekanan udara normal dan suhu 374 derajat celcius, air berada pada kondisi kritis. Pada kondisi ini wujud air tidak bisa dibedakan antara cair dan gas. Jika sistem ini diganggu sedikit saja (misal dengan menaikan suhu sedikit saja), secara serentak, seluruh molekul mengatur dirinya merubah wujud air menjadi gas. Mestakung mengubah kondisi kritis, mengubah air menjadi gas dalam seketika. Dalam fisika kejadian ini disebut fenomena kritis (critical phenomena). Angsa-angsa yang akan bermigrasi berada pada kondisi kritis (lingkungan tidak sesuai lagi untuk hidup mereka). Secara alamiah angsa-angsa ini akan bermestakung. Mereka akan mengatur dirinya, terbang membentuk formasi huruf V. Dalam formasi ini angsa dapat terbang ribuan kilometer tanpa terlalu lelah.

Pak Wahid Supriadi, Konsul Jenderal Indonesia di Melbourne, bercerita waktu saya berkunjung ke Melbourne. Pak Wahid merencanakan diadakannya Festival Indonesia di Melbourne 14-17 September 2006. Menurut Pak Wahid, kantor tidak bisa membiayai karena KJRI tidak lagi mendapat dana promosi dari pusat. Mereka harus memutar otak untuk mencari dana hampir Rp. 670 juta bagi penyelenggaraan Festival ini. Pak Wahid tidak gentar. KJRI mendirikan Lembaga Independen Festival Indonesia Inc. dengan modal nol! Mereka mengirim surat ke ratusan perusahaan/institus i potensial baik di Australia maupun di Indonesia. Surat juga disebar ke seluruh Pemda, baik Indonesia maupun Australia, yang meminta dukungan agar Pemda dapat hadir dan membawa para pengusaha. Namun, responnya sangat menyedihkan. Apakah Pak Wahid menyerah? Tidak! Pak Wahid merasa bahwa dia sudah sampai pada titik point of no return. Dalam kondisi kritis seperti inilah terjadi mestakung (= seMESTA menduKUNG artinya terjadi pengaturan diri dari seluruh individu untuk mendukung agar kondisi kritis ini dapat terlewati.). Pak Wahid membangkitkan semangat para penyelenggara, menyusun strategi, menghubungi semua kontak baik individu maupun lembaga-lembaga swasta dan pemerintah yang masuk dalam mailing list KJRI, dan menjual program-program FI.

Tahu apa yang terjadi? Terjadilah Mestakung di mana-mana. Mahasiswa-mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Australia menyingsingkan lengan bajunya. Mereka bekerja bersama-sama, mengatur acara, mencari dana, mengundang orang-orang terkenal dari Indonesia untuk acara seminar, mengundang para penari untuk menunjukkan budaya Indonesia, dan sebagainya. Beberapa Pemda mulai menunjukkan komitmennya, para sponsor pelan-pelan mulai menghubungi panitia, dan juga kalangan pengusaha mulai mendaftarkan diri untuk ikut konferensi walaupun harus membayar. Bahkan dalam minggu-minggu terakhir beberapa sponsor utama datang dan menyatakan komitmennya untuk membantu festival tersebut.

Ribuan orang datang ke Federal Court di Melbourne untuk menyaksikan Festival yang luar biasa ini. Selama dua hari festival budaya, makanan, dan perdagangan dihadiri sekitar 67 ribu orang, sementara business conference dihadiri sekitar 150 pengusaha, pejabat Pemda baik dari Indonesia maupun Australia. Luar biasa! Selesai acara, pemerintah kota Melbourne memberikan pujian dan meminta agar acara ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun di Melbourne. Pemerintah Melbourne bahkan berjanji akan mendukung termasuk pendanaannya. Luar biasa! Suatu karya yang indah terjadi ketika kita berada pada kondisi kritis.

Mau Sukses?

Ciptakanlah kondisi agar Mestakung bekerjaAda 3 cara untuk mestakung bekerja dengan efektif yang saya singkat dengan KRILANGKUN (= KRItis LANGkah teKUN).Yang pertama adalah Kritis. Ketika kita berada pada kondisi kritis, jangan takut! Semesta sudah diciptakan untuk mengatur dirinya membantu kita (Mestakung = alam semesta mendukung kita). Jadi ciptakan terus atau tempatkan diri kita pada kondisi-kondisi kritis, keluarlah dari comfort zone kita, percayalah akan terjadi mestakung yang membantu kita meraih sukses tersebut.Yang kedua adalah melangkah. Begitu kita sudah berada pada kondisi kritis, kita harus segera melangkah: menyiapkan strategi, dan mulai bergerak. Kalau kita diam saja, kondisi kritis akan membinasakan kita. Jika seorang ingin jadi menteri, ia harus menyiapkan segala sesuatu untuk jadi menteri.Yang ketiga adalah tekun. Terus tekun melangkah. Jangan berhenti. Apapun yang terjadi, maju terus dan jangan mundur.

Ketika kita melangkah dan tekun, saat itulah kita bisa merasakan bagaimana mestakung bekerja secara luar biasa.

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Self Improvement. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s