How to get Time – Depth Chart?


Dalam interpretasi seismik, pengikatan data sumur dengan data seismik adalah hal yang sangat penting dalam melakukan depth convertion. Kita tahu bahwa seismik berada dalam domain waktu (ms atau s), sedangkan data sumur dalam domain kedalaman (ft atau m). Untuk mengkorelasikan keduanya dibutuhkan time – depth chart, dimana kedalaman sama dengan kecepatan dikali waktu.

Darimana kita mendapatkan time – depth chart ini? Ada tiga cara (sepengetahuan saya, jika ada teman-teman yang tahu cara lain, disharinglah… D )untuk mendapatkannya.

1) Dari stacking velocity yang biasanya diperoleh saat kita melakukan pengolahan data seismik. Dari data ini biasanya tersedia nomor CDP, waktu, Vrms, dan Vint. Dari data tersebut kita bisa hitung kedalamannya. Memang ada kelemahan atau ketidakakuratan dalam penentuan kedalamannya, namun tidak akan saya bahas di sini (mungkin di lain tulisan🙂 ).

2) Dari velocity survey atau vertical seismic proviles (VSP), biasanya memberikan control kecepatan yang lebih baik.

3) Dari seismogram sintetik. Yang diperlukan untuk membuat seismogram sintetik adalah log sonic dan log density, namun jika log density tidak ada, log sonig cukup. Tapi, korelasinya tentu akan lebih rendah. Sintetik yang diperoleh kemudian dicocokkan dengan seismik kita. Kesulitan biasanya muncuk jika data seismiknya kurang bagus sehingga sulit untuk melakukan korelasi.

Demikianlah. . . . . . . . . . 

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Interest. Bookmark the permalink.

9 Responses to How to get Time – Depth Chart?

  1. Nugra says:

    Ass.
    Kirman, pernah di elnusa ya?
    aku Nugra geo unhas 00 barusan iview dgn P Isnaeni…
    btw, gimana gambaran kerjanya?salarynya berapa ya?
    kalo berkesempatan balas ke emailku ya…
    trims…

  2. Irwan says:

    apa benar ada alat yang bisa meredam noise – noise dalam data seismik ?

  3. kirman says:

    Di instrumen akuisisi bisa diapply filter untuk meredam noise. Di processing sendiri ada modul khusus untuk mengatasi masalah noise data seismik.

  4. cha says:

    pernah ngonversi kedalaman pake software geodepth ga?

  5. cha says:

    kalau iya, tolong jelasin lebih detail lg dong mengenai cara-caranya…
    dan kalau ada waktu tolong bales ke emailku ya…
    makasih…😉

  6. As'ad khamid says:

    salam kenal pak Daeng, di tempatmu bekerja ada lowongan gak untuk geophysicst, aku alumni ITB pernah kerja dg alico CGG.tolong kasih informasi ya

  7. sinurat says:

    mohon infonya donk untuk projek2 geofisika. kalau ada info tolong infonya ke email saya:sin5r5t@yahoo.com
    terima kasih
    selamat malam

  8. Rhyna says:

    Mohon infonya tentang proses processing dan interpretasi data seismik…..
    Saya geofisika Unhas 08 dan berniat untuk melakukan kerja praktek d’oil company atw oil service….
    Software yg banyak digunakan dalam processing & interpretasi seismik itu apa….????
    Terima kasih sebelumnya……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s