Yang akan saya tuliskan adalah flow dasar pengolahan data seismik 2D land. Namun, perlu diingat bahwa masing-masing processor bisa saja mempunyai flow yang berbeda, “processing module is a technology, processing flow is an art”. Tapi, tetap ada prinsip dasar yang harus diperhatikan.

Flow di atas untuk poststack migration, untuk Prestack Time Migration (PSTM) perbedaan mendasarnya adalah proses migrasinya dilakukan sebelum stacking dilakukan. Jadi yang dimigrasi adalah gather.
Penjelasan singkat masing-masing flow akan saya tuliskan terpisah.
Pada suatu pagi yang cerah, teman saya (tentunya cewek)
sms ke saya. Isinya begini :
“Mas…. apakah refraction static selalu memberi hasil yang lebih baik dibandingkan elevation static?”
Kalau menurut pengalaman saya sih, memang demikian. Hasil stacking refraction static selalu lebih baik bila dibandingkan jika menggunakan elevation static. Untuk mendapatkan second opinion pertanyaan ini saya forward ke milis HAGI dan berikut ini tanggapannya.
Read more…
Mungkin teman-teman banyak yang sudah tahu bahwa sebelum dilakukan interpretasi, data seismik lapangan harus diproses lebih dulu. Tapi, tahukah kenapa data seismik tersebut diproses lebih dulu???
Ada beberapa alasan, misalnya karena data dari lapangan masih merupakan shot gather yang sulit untuk langsung diinterpretasi, apalagi untuk dapat melihat pola struktur, kemenerusan reflektor, dll. Jadi perlu dilakukan CDP stack agar diperoleh yang namanya seismic section. Untuk sampai ke proses inipun masih banyak tahapan yang mesti dilalui. Read more…
Recent Comments