Suasana di komplek sudah tampak sepi, maklum sebagian besar tetangga sudah mudik alias pulang kampung. Ada yang ke Jogja, Magelang, Cilacap, dll. Saya sendiri tidak mudik ke Makassar, bukannya tidak ingin. Tapi, tahun ini tercatat sudah tiga kali saya dan keluarga mudik. Lagipula, ibu saya baru saja pulang dan mertua saya pun demikian. Meskipun alasan sebenarnya karena dananya tidak memungkinkan lagi untuk mudik berempat…

Lorong komplek
Dulu, semasa kuliah, H-2 begini kalau belum pulang ke kampung telepon atau sms dari Ibu saya bisa masuk bertubi-tubi. Walau dengan pertanyaan yang sama, “kapan pulang?”. Dari Makassar ke kampung saya memakan waktu 4 – 5 jam perjalanan dengan mobil termasuk sekali berhenti untuk istirahat. Kendaraan favoritnya adalah Phanter yang pada hari biasa maksimal muat sepuluh penumpang. Kendaraan umum yang lebih besar sebenarnya ada, namun Panther ini lebih banyak dipilih karena waktu tempuhnya bisa lebih cepat sekitar satu jam.
Read more…
Memang enak puasa bareng keluarga, mau makan apa saja saat berbuka pasti dibelikan. Kebetulan, saya suka buka dengan pisang ijo atau pastel. Meskipun jarang yang jualan di Pamulang, namun istri saya sudah tahu tempat untuk beli pisang ijo. Kalau dulu di kampung waktu masih bujang, tinggal bilang, ibu saya pasti membuatkan.
Pengalaman berbeda saya alami waktu ngekos. Sebagai perantau di ibukota yang jauh dari sanak keluarga, kos-kosan itulah yang menjadi andalan. Selama kurang lebih empat tahun ngekos, pengalaman tahun pertama berpuasa sendirian merupakan yang paling berat. Bayangin aja, segalanya mesti saya lakukan sendiri. Mulai dari bangun sahur sendiri hingga berbuka sendiri.
Read more…
Sesuai judul, berikut 5 jenis muslim yang tidak wajib menjawab salam :
1. Muslim yang tuli.
2. Muslim yang bisu.
3. Muslim yang sedang tidur.
4. Muslim yang gila.
5. Muslim yang sudah mati.
Sebenarnya judul di atas bukanlah judul tausiyah ramadhan hari ini di Bakrie Tower. Tapi, salah satu bahasannya adalah judul tersebut. Tausiyah dibawakan oleh Ustadz Reza M. Syarif. Berikut intisarinya yang saya tulis ulang dengan kalimat saya sendiri.
Menurut beliau, ada empat tipe umat islam Indonesia, umat Islam seadanya, umat Islam ada-ada saja, umat Islam mengada-ada, dan umat Islam lebih dari adanya. Nah, tipe yang keempat inilah yang ideal atau yang unggul. Ada tiga cirinya jika seorang umat Islam masuk dalam kategori ini.
Read more…
Tausiyah ramadhan tadi diisi dengan topik empat golongan orang yang dirindukan oleh surganya Allah.
1. Orang yang senantiasa membaca Al-Qur’an.
Al-Qur’an adalah identitas umat Islam. Oleh karena itu, wajib bagi setiap muslim untuk dapat membaca Al-Qur’an. Orang yang membaca Al-Qur’an dengan tartil adalah orang yang dirindukan surga. Apa maksudnya tartil? Yang panjang dipanjangkan, yang pendek dipendekkan atau membaca Qur’an dengan benar. Tidak masalah membaca pelan atau lambat tapi tartil, daripada cepat tapi berantakan.
2. Orang yang menjaga lisan.
Surga rindu dengan orang yang selalu menjaga mulutnya dari berkata bohong dan membicarakan aib saudaranya atau ghibah. Banyak orang di hari kemudian dalam keadaan bangkrut, di dunia rajin shalat, tahajjud, sedekah, dan berpuasa tapi pahalanya habis karena rajin juga membicarakan kejelekan dan aib saudaranya.
Read more…
Tulisan ini saya elaborasi setelah mengikuti tausiyah atau ceramah ramadhan yang dilakukan setiap ba’da dhuhur di Bakrie Tower. Tadi tausiyah diisi oleh Ustadz Jalaluddin Pane dengan tema “Agar Bulan Ramadhan Lebih Bermakna”.
Ada beberapa amalan yang dapat dilakukan selama bulan ramadhan. Yang pertama tentu saja berpuasa dengan niat yang ikhlas. Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang menunaikan puasa ramadhan karena keimanan semata dan mengharapkan pahala dari Allah, maka Allah ampuni semua dosanya yang lalu” (HR Bukhori & Muslim).
Berpuasalah dengan sungguh-sungguh agar puasa kita tidak hanya membuahkan lapar dan dahaga. Hal-hal apa saja yang bisa membuat puasa kita sia-sia? Rasulullah SAW bersabda “Barang siapa yang tidak berhenti dari berkata dusta dan masih melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak berguna (seperti bakar mercon, menghabiskan waktu main musik, main gaple), maka Allah sama sekali tak butuh kepada orang ini sekalipun ia tak makan dan tak minum dan mengaku bahwa ia sedang puasa” (HR Bukhori).
Read more…
Berikut ini jadwal imsakiyah Ramdhan 1432 H khusus wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Saya ambil dari web pkpu.or.id. Penetapan 1 ramadhan menunggu pengumuman pemerintah. Gak mungkin kan menunggu pengumuman saya… hehehe….

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H
Bentar lagi puasa… saya ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa ramadhan 1432 H. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa melimpahkan kekuatan kepada kita untuk melaksanakannya dan menghantarkan kita menjadi pribadi yang bertaqwa. Insya Allah. Amin.
Recent Comments