Judul di atas bukan anjuran untuk tidur jika mengantuk (bahasa Bugis) bagi pembaca, melainkan sebuah lagu bugis klasik yang biasa dinyanyikan untuk meninabobokkan bayi. Judul di ataspun boleh jadi bukanlah judul yang sebenarnya, namun ketika saya tanyakan ke ibu saya yang waktu itu mendendangkannya sambil mengayun cucunya (putri saya), ia cuma menggeleng.
Lagu itu turun-temurun ia nyanyikan mulai dari menidurkan anak-anaknya (saya dan adik-adik), hingga cucunya. Ibu saya memang tergolong masih banyak melestarikan budaya leluhur. Saya sendiri sudah lama tidak pernah mendengarnya. Anak-anak jaman sekarang lebih banyak mendengar lagu-lagu Nidji, Peterpan, bahkan Trio Macan menjelang tidur.
Berikut petikan lagunya,
Cakkaruddu atinrono 2x
Matinro tudang ammo
Allae nasala nippimmu
Nippi magi mumalewe 2x
Rewe’go makkawaru
Allae todongiko peddi
Peddi tegani mutaro 2x
Sarae ri atimmu
Allae aja mumadoko
Madoko-doko memanni 2x
Tau riwelaimmu
Allae makkale rojong-rojong
Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya jadi juga pulang kampung ke Makassar pada tanggal 6 Maret 2007. Karena waktu yang sempit saya tidak sempat ke Soppeng, juga tidak bisa ke Pinrang (kampung istri saya). Akhirnya Ibu dan Istri saya yang mengalah ke Makassar. Khawatir juga sih, soalnya istri saya lagi hamil 4 bulan.

Pose dulu aaa….. di Kafe Anging Mammiri MGH
Read more…

Rumah Adat Sao Mario terletak di Kelurahan Manorang Salo Kecamatan Marioriawa, sekitar 30 km dari kota Watansoppeng. Masyarakat Soppeng lebih mengenalnya dengan nama Bola Seratu’e karena tiangnya yang konon berjumlah seratus lebih. Read more…

Villa Yuliana merupaka salah satu bangunan peninggalan Belanda di Kabupaten Soppeng, bangunan ini terletak di jantung kota Watansoppeng dibangun oleh C.A.KROESEN Tahun 1905 selaku Gubernur Pemerintahan Hindia Belanda di Sulawesi. Read more…

Keberadaan kalong (bugis=panning)di jantung Kota Watansoppeng, semakin menambah pesona kota ini, karena itu kota Watansoppeng dijuluki sebagai kota kalong. Uniknya kalong ini hanya mau berdiam dan bergelantungan di pepohonan di kota Watansoppeng. Read more…
Hari Ulang Tahun Kab. Soppeng sebelumnya ditetapkan pada 13 Maret 1957 yang bertumpu pada keluarnya Undang-Undang No. 4 Tahun 1954 tentang pembentukan Daerah Otonom Bone, Wajo dan Soppeng di pandang menyimpang dari obyektivitas sejarah. Oleh karena itu sejumlah cendekiawan melakukan usun rembuk kajian sejarah yang makin dipertajam. Kesimpulan yang dihasilkan, hari ulang tahun Kab. Soppeng mesti merangkai benang merah masa lalu dengan perhitungan pelantikan LATEMMALA MANURUNG’E RI SEKKANYILIK yang menjadi Raja pertama Kab. Soppeng pada tahun 1261. Ikhwal penetapan tanggal dan bulan ditarik dari saat-saat yang memiliki makna tertentu, penetapan tanggal 23 dimaksudkan sebagai “Dua Tellu” yang berarti beberapa orang yang memiliki kebersamaan persatuan dan kesatuan (tidak sendirian). Adapun momentum bulan Maret sebagai pelantikan Bupati yang pertama sepanjang sejarah berdirinya Kabupaten Soppeng. Read more…
Recent Comments