Archive

Archive for April, 2007

Apakah Refraction Static Selalu Memberi Hasil Lebih Baik?

13 April 2007 kirman Leave a comment

Pada suatu pagi yang cerah, teman saya (tentunya cewek) :D sms ke saya. Isinya begini :

“Mas…. apakah refraction static selalu memberi hasil yang lebih baik dibandingkan elevation static?”  

Kalau menurut pengalaman saya sih, memang demikian. Hasil stacking refraction static selalu lebih baik bila dibandingkan jika menggunakan elevation static. Untuk mendapatkan second opinion pertanyaan ini saya forward ke milis HAGI dan berikut ini tanggapannya.

Read more…

Categories: Seismic Processing

Mengapa data seismik perlu diproses?

12 April 2007 kirman Leave a comment

Mungkin teman-teman banyak yang sudah tahu bahwa sebelum dilakukan interpretasi, data seismik lapangan harus diproses lebih dulu. Tapi, tahukah kenapa data seismik tersebut diproses lebih dulu??? 

Ada beberapa alasan, misalnya karena data dari lapangan masih merupakan shot gather yang sulit untuk langsung diinterpretasi, apalagi untuk dapat melihat pola struktur, kemenerusan reflektor, dll. Jadi perlu dilakukan CDP stack agar diperoleh yang namanya seismic section. Untuk sampai ke proses inipun masih banyak tahapan yang mesti dilalui. Read more…

Categories: Seismic Processing

How to get Time – Depth Chart?

12 April 2007 kirman 6 comments

Dalam interpretasi seismik, pengikatan data sumur dengan data seismik adalah hal yang sangat penting dalam melakukan depth convertion. Kita tahu bahwa seismik berada dalam domain waktu (ms atau s), sedangkan data sumur dalam domain kedalaman (ft atau m). Untuk mengkorelasikan keduanya dibutuhkan time – depth chart, dimana kedalaman sama dengan kecepatan dikali waktu.

Darimana kita mendapatkan time – depth chart ini? Ada tiga cara (sepengetahuan saya, jika ada teman-teman yang tahu cara lain, disharinglah… D )untuk mendapatkannya. Read more…

Categories: Interpretasi Seismik

Smilie

3 April 2007 kirman 1 comment

:)
:(
:o
:D
;)
:mad:
:cry:

Categories: RupaRupa

Thukul, Pinjal, dan Kotak Korek Api

2 April 2007 kirman Leave a comment

By : Imam S.

Berbahagialah Thukul Arwana. Pelawak yang dulunya pernah berprofesi sebagai sopir pribadi itu kini sudah menjadi milyuner. Hebatnya lagi, sudah tajir tenar pula. Itu semua bisa terjadi karena Tukul bukan pinjal. Lho, apa hubungannya? Ya, sebagai seorang entertainer Thukul adalah sosok yang berhasil. Acaranya di televisi ditonton jutaan pemirsa. Kehadirannya selalu dinantikan. Orang-orang sepertinya tak bosan menatap wajahnya, yang tidak ganteng itu, di layar kaca. Namun jangan salah, apa yang dia dapat saat ini bukan sesuatu yang instan. Seperti diakuinya, ia bersusah payah melampaui proses yang tidak selalu indah sebelum sukses seperti sekarang. Buktinya, ia pernah menjadi sopir pribadi, pembawa lampu untuk shooting video, penyiar radio dan melakukan apa saja (yang halal tentunya) untuk bertahan hidup di Jakarta.Harus diakui, Tukul punya semangat dan hasrat yang kuat untuk sukses dan ia terus bergerak untuk meraih impian suksesnya itu. Dalam sebuah wawancara dengan sebuah media cetak, Tukul mengibaratkan dirinya seperti mata pisau yang jelek, tapi terus diasah hingga menjadi tajam. Read more…

Categories: Self Improvement