Jenderal M. Yusuf


Jenderal M. Yusuf 

Buku “Jenderal M. Jusuf : Panglima Para Prajurit” ditulis oleh Atmadji Sumarkidjo, saat ini Wakil Pemimpin Redaksi Divisi Pemberitaan dan Features RCTI. Memulai karirnya sebagai wartawan harian umum Sinar Harapan pada tahun 1979, pernah menjadi redaktur pelaksana di majalah Teknologi, Strategi, dan Militer (TSM), dan harian umum Suara Pembaruan.

Dalam buku ini dibahas banyak hal tentang kehidupan Jenderal M. Yusuf. Mulai saat jadi Panglima Militer di kampung sendiri (Ujung Pandang) saat Sulawesi Selatan masih rawan pemberontakan, bagaimana beliau selamat dari peluru maut A. Selle, hingga ke operasi penumpasan Kahar Muzakkar. Berlanjut ke peran beliau di industri nasional sebagai menteri perindustrian 1965-1978.

Juga diceritakan tentang Surat Perintah 11 Maret 1966, mulai dari awal keluarnya supersemar hingga saat-saat terakhir Bung Karno sebagai presiden. Kemudian beliau diangkat Menhankam/Pangab pada masa pemerintahan Soeharto, sehingga ada yang menagatakan jika M. Yusuf adalah orang kuat sesudah presiden Soeharto.

Di tangan beliau, kesejahteraan prajurit benar-benar diperhatikan, persenjataan ABRI diperbaharui, bahkan beliau tidak segan untuk bersafari ke asrama-asrama prajurit untuk melihat keadaan anak buahnya. Berkat itu semua, beliau dikenal sebagai panglima para prajurit.

Beliau kemudian diangkat sebagai Ketua BPK oleh presiden Soeharto, juga dituliskan kegiatan-kegiatan lain beliau di bidang sosial kemasyarakatan misalnya pembangunan RS. Jaury, serta Masjid Almarkas.

About these ads

About Kirman

Seorang Geophysicist dan Blogger. Jika tidak sedang menghabiskan waktu luang dengan Fika dan Rayyan, Ia suka menulis di KirmanSyam.com dan MasterPresentasi.com.
This entry was posted in Interest. Bookmark the permalink.

12 Responses to Jenderal M. Yusuf

  1. Ikus says:

    Salut to you Generale….

  2. Capt. Listo Danandjojo says:

    klo melihat dari foto yang ada , benar2 jauh antara jenderal saat itu ( jaman dulu ) dibandingkan jenderal saat ini…apa yg beda…mungkin kinerjanya…mungkin juga sikap nya sebagai seorang prajurit sejati…., sebagai contoh lihat …lihat saja dengan baik2 baju dinas harian yang dipakai jenderal ini, walaupun jelas terlihat bintang empat dipundaknya, tapi hanya ada satu wings didada kirinya…( walaupun klo mau saya rasa beliau memiliki lebih dari satu tanda kecakapan khusus/ brevet ), sebagai pertanda tidak ada kesombongan ataupun rasa kebanggan yg berlebih…toh klopun pada saat upacara kebesaran baru tanda2 yang menjadi haknya dipakai dan disematkan…., jauh berbeda sekali dengan jenderal2 saat ini…lihat saja di dada kiri berbagai wings/ brevet yang bertumpuk dan berjejer kebawah…kurang , ditambah lagi didada kanan, semua wing2 kehormatan ( wing/ brevet yg secara kehormatan diberikan , walaupun yg bersangkutan mungkin belum cukup mampu ataupun tidak memenuhi syarat untuk kepemilikan brevet atau wing tersebut secara nyata/ real) …..yah, tp itukan hak mereka untuk memakai atau tidak….tidak ada yang salah ataupun benar…hanya sekedar melihat dan membandingkan saja, penilaian tentunya bukan dari atribut ataupun pakaiannya tetapi lebih baik kepada perjuangannya dan tindakan untuk berbuat yg trbaik untuk bangsa dan negara NKRI…

  3. made sujana says:

    Saya sangat simpati dengan bapak jendral kita ini. jaman sekarang jarang ada sosok jendral yang merakyak seperti Pak M Yusuf. saya bangga.

  4. Hendra Yusuf says:

    Salut Jenderal,
    Tidak ada yg menyamai sampai saat ini…
    Jenderal yg sederhana, merakyat dan tokoh panutan

  5. Jendral says:

    Hendra Yusuf
    4 July 2011 at 4:51 pm | #4 Reply | Quote
    Salut Jenderal,
    Tidak ada yg menyamai sampai saat ini…
    Jenderal yg sederhana, merakyat dan tokoh panutan

    —–
    Ada: Jendral Sudirman!

  6. aram palilu says:

    m yusuf adalah the real jendral yang pernah dimiliki indonesia

  7. hanif says:

    itulah sosok jendral yang sangat didam-idamkan seluruh prajurit dan sampai saat ini belum muncul kembali seorang jendral seperti M.Yusuf

  8. Maradona says:

    Cerita dari Kakek Arsyad (sidrap)kalau A. Selle Adalah Pallapi aronya Jendral M. Jusuf kok paradoks ya hehe.

  9. Heri says:

    Bpk Jenderal M Yusuf, sosok prajurit sejati, yang sangat memperhatikan kesejahteraan para prajurit dan keluarganya, sederhana dan sampai saat ini belum ada Jeneral saeperti Beliau. Ketika Bpk saya masih dinas di kesatuan AD, kesejahteraan para prajurit terjamin. Dia Sosok sederhana, dekat dengan prajurit, tegas dan berwibawa. Jenderal,, Indonesia merindukan sosok seperti anda

  10. rizaman says:

    saya bangga menjadi bagian perajurit tni memiliki sososk jenral yg sanggat perhatian dg perajuritnya,semoga kau abadi jenral

  11. rizaman says:

    tiada jenral seperkasa dirimu,selain jenral nasution,dan kepekasaan kalaian terlihat di karisma ayahku seorang perajurit yg tangguh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s